GBG Jakarta - Brand Former

7 Startup Ikuti Workshop Brand Former yang Diadakan GBG Jakarta

7 Startup Ikuti Workshop Brand Former yang Diadakan GBG JakartaWeekend ini, GBG Jakarta menyelenggarakan Brand Former. Dilansir dari halaman resmi +GBGIndonesia, workshop ini mengundang 7 startup terpilih dan pembicara-pembicara yang merupakan pakar dalam branding untuk sharing dan menjadi mentor bagi startup-startup tersebut dalam meningkatkan branding mereka agar solusi mereka tersampaikan dengan tepat dan juga memikat.

Acara ini terdapat beberapa sesi: sesi sharing dengan pembicara di mana semua startup mendengarkan materi dari pembicara, sesi brand audit di mana pembicara dengan startup saling berdiskusi untuk memperbaiki branding, positioning, dan differentiation untuk startup tersebut, sesi pitching di mana rebranding startup-startup akan dinilai oleh para juri, yaitu para pembicara tadi, dan sesi brand hackathon and mentoring.

Pada acara GBG Brand Former hari pertama, terdapat materi dari Marcus Foon (GBG Global Manager), materi Brand Promise dari Edy Galaxcy (Design Director, DM ID Group), materi Brand Positioning dari Yansen Kamto  (Chief Executive, Kibar), materi Brand Character dari Bayu Asmara (Managing Director, Brand Union), dan talkshow dengan Dayu Dara Permata (Co-Founder & Co-Head, GO-LIFE).

Startup-startup yang mengikuti acara GBG Brand Former ini adalah Reblood (reblood.com), Pasienia (pasienia.id), Riliv (riliv.co), Banku, Cozora (cozora.com), Kamanna (kamanna.co), dan Tutti (tutti.id). Mereka adalah startup yang berasal dari berbagai kota: Surabaya (3 startup), Jogja (1 startup), Bandung (2 startup), dan Jakarta (1 startup).

Pada acara GBG Brand Former hari kedua, terdapat materi Google tools dari Abraham Hutagalung (Industry Manager, Google), materi storytelling dari Anto Motulz (Founder, Motzter Think Creative), materi using video campaign dari Yoga dan Gerald (Youtube Creators, Kok Bisa Channel), materi digital marketing dari Inne Nathalia (Social Media Strategist, Kompas TV), dan talkshow dengan Indrasto Budisantoso (CEO, Jojonomic).

Semua pembicara memberikan materi-materi yang sangat insightful, terutama untuk brand strategy. Startup-startup pun juga mendapatkan kesempatan untuk konsultasi brand mereka secara yang sudah di audit dan di-pitch pada hari pertama kepada pembicara-pembicara baru di hari kedua.

Abraham menjelaskan cara kerja Google Analytics, Google Trends, dan tools-tools dari Google yang lain. Selain itu, dia juga memberitahu bahwa Google menggunakan konsep 3R: research (micro-moments of consumers), reach (see-think-do-care), dan reassess (analytics) Untuk lebih lengkapnya, kunjungi Think With Google (www.thinkwithgoogle.com).

Lalu, sesi pun dilanjutkan dengan topik Storytelling yang dibawakan oleh Motulz. Ia menjelaskan bahwa setiap startup yang ingin membuat strategi harus dikemas dalam bentuk cerita agar mudah diingat. Selain itu, brand juga harus mempunyai attitude, sesuatu yang lebih daripada sekedar fungsional saja dan mengena pada konsumen.

Setelah itu, ada Yoga dan Gerald yang menjelaskan tentang Video Campaign for Brands. Di sesi ini dijelaskan bahwa video bisa menyampaikan cerita lebih baik daripada media cetak. Jadi, buatlah video marketing yang menarik, relevan, berguna untuk audience, bukan buat video yang berfokus pada diri kita sendiri.

Galeri Foto

[envira-gallery id=”3986″]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *