Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Startup Weekend Yogyakarta – Startup Weekend adalah gerakan global yang menginspirasi, mengedukasi, dan memberdayakan individu-individu dan komunitas-komunitas lokal untuk membuat startup mereka sendiri. Saat ini sudah ada 800 lebih kota di dunia yang mengadakan Startup Weekend, melibatkan lebih dari 10 ribu organizer dan menelurkan 200 ribu lebih alumni.
Untuk pertama kalinya Startup Weekend di adakan di kota Yogyakarta. Diorganisir oleh Kibar berkolaborasi dengan Innovative Academy dan Komunitas Night at The Museum, acara Startup Weekend Yogyakarta mengangkat tema pariwisata. Dirancang untuk mengumpulkan orang-orang individu dengan berbagai keterampilan dan pengetahuan untuk memecahkan masalah di bidang pariwisata dengan penggunaan teknologi. Startup Weekend Yogyakarta menantang peserta untuk menghasilkan startup atau bisnis yang mampu memberikan manfaat bagi pariwisata dan kebudayaan di Yogyakarta sekaligus menjadi ladang usaha bagi mereka. Acara ini akan digelar selama 54 jam di mana peserta akan membangun startup mulai dari nol.
Startup Weekend Yogyakarta diikuti 50 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pebisinis travel, makanan, web desainer, mahasiswa jurusan pariwisata, web dan mobile developer. Para peserta mendapatkan mentoring dari berbagai tokoh Startup yang telah matang dan memiliki keahlian dimasing-masing bidangnya. Diantaranya
Pada hari pertama acara diisi oleh pembicara Eko Nuryono dari @infosenijogja, Eko Nuryono juga banyak terlibat dalam event seni dan Budaya di Yogyakarta. Eko mengatakan saat ini infomasi mengenai budaya sangat sulit ditemukan di internet, maka beliau banyak membagikan informasi seni dan budaya Jogja melalui jejaring sosial @infosenijogja. Dengan begitu informasi mengenai budaya lebih mudah ditemukan dan menarik minat anak muda untuk mengenal budayanya. Insight dan pemaparan dari Eko Nuryono mengenai budaya Yogyakarta diharapkan agar peserta terbuka mengenai ide atau masalah apa yang akan mereka coba solve menggunakan teknologi.

Selanjutnya sebelum peserta melakukan pitching mengenai ide mereka. Yohan Totting memberikan penjelasan mengenai Startup berdasarkan buku yang pernah ia baca yaitu Zero to One yang berbicara tentang startup yang berkelanjutan. Ia membagi 2 tipe kategori Startup yaitu berdasarkan Competition atau Monopoli. Competition disini maksudnya startup yang idenya mudah untuk di copy orang lain, dimana startup yang punya backing investor dengan dana besar yang mampu bertahan. Kemudian Monopoli maksudnya startup yang tidak mudah di copy orang lain dan sustainable, sebagai contohnya Google, berbeda dengan Yahoo dan AltaVista pada waktu itu yang lebih sebagai index directory dan bukan mesin pencari. Bahkan googling masuk dalam kamus sebagai kata kerja.

Ada hal menarik disini beliau juga berbicara mengenai Paypal Mafia, dimana group yang terdiri dari para mantan karyawan Paypal menciptakan banyak startup yang sukses seperti Paypal, Tesla, SpaceX, YouTube, Yelp, LinkedIn dan sebagainya. Para anggota Paypal Mafia tidak hanya sebagai founder atau co–founder perusahan startup tetapi ada juga yang mendirikan venture capital yang telah berinvestasi di banyak startup. Bisa dibayangkan siapa yang mengendalikan dibanyak startup.
Setelah pemaparan tentang gambaran startup. Yohan Totting selaku fasilitator Startup Weekend melanjutkan sesi pitching idea dimana para peserta menyampaikan ide mereka yang nantinya akan di vote dan dipilih 10 ide terbaik yang akan dibentuk menjadi tim. Perlu diketahui bahwa di Indonesia saat ini hanya ada 2 fasilitator Startup Weekend yaitu Yohan Totting sendiri dan Adrian Nafiz. Tanpa salah satu fasilitator tersebut acara Startup Weekend tersebut tidak dapat dilaksanakan.
Dari sesi pitching idea hampir semua peserta menyampaikan ide mereka. Namun akhirnya terpilihlah 10 ide yang dibentuk menjadi tim. Masing-masing tim tersebut memberi nama untuk Startup mereka. Kesepuluh startup tersebut ialah Be-Local, Jalan Makan Jogja, Kasur Desa, Sewa Mobil Jogja, Travel Grid, L-Good (desa wisata), Dolan, Game Indonesia, Museum VR, dan Ngejogja.co.

Pada hari kedua para peserta belajar menggunakan metode design sprint untuk memvalidasi ide mereka. Dipandu oleh Yohan Totting sebagai Sprint Master peserta harus menemukan solusi dari ide berdasarkan masalah yang dikemukakan kemarin pada pitching idea.

Menurut Yohan Totting, “design sprint itu bagaimana membuat tim lebih produktif, lebih efektif, intinya untuk meng-create sesuatu dengan baik”. Yohan menjelaskan saat ini ada banyak metode yang bisa digunakan misalnya scrum atau agile dan pernah dicoba semua namun ia merasa tidak mendapatkan feel disana.
Yohan juga mencontohkan penggunaan design sprint untuk mengeksploitasi tim agar mereka mengeluarkan semua kemampuannya. Misalnya sebuah tim yang sedang berdiskusi untuk memecahkan masalah. Tanpa menggunakan metode yang benar kemungkinan ada satu orang yang sangat pintar mendominasi diskusi. Bisa juga ada salah satu orang tim yang pintar tapi pemalu sehingga tidak berani mengeluarkan idenya atau ada 1 orang yang pandai bicara tetapi tidak tahu apa-apa. Karena terlalu banyak berbicara sehingga yang lain tidak memiliki kesempatan untuk berpendapat. Akhirnya diskusi menjadi tidak efektif. Dengan metode design sprint dapat mengefektifkan kolaborasi antar tim.
Design sprint populer di Google, Yohan mengatakan “ketika Google ingin menentukan Android versi berikutnya mereka pasti menggunakan design sprint untuk menentukan versi berikutnya seperti apa, fokusnya seperti apa. Kemudian produk Inbox yang juga merupakan hasil dari design sprint dari melihat masalah dan apa yang kurang dari Gmail, selain itu juga Android Wear, Google Hangout versi baru, Self Driving Car Google juga menggunakan metode design sprint.”

Setelah peserta belajar menggunakan metode design sprint, peserta melakukukan user research dan protoyping. Kemudian masing-masing kelompok melakukan sesi mentoring dengan masing-masing mentor secara bergantian.

Pada hari ketiga peserta masih melanjutkan mentoring, user research juga membuat prototyping. Sebelum pukul 3 sore setiap tim mempersiapkan bahan pitching serta prototyping nya. Setelah pukul tiga sore semua tim melakukan pitching dihadapan juri yang sebelumnya menjadi mentor. Semua juri melakukan penilaian dan masukan kepada setiap startup. Tidak sedikit pula startup yang melakukan pivot.

Berikut sepuluh 10 startup tersebut berdasarkan urutan nomor pitching mereka
Setelah semua startup melakukan pitching, selama 15 menit juri berdiskusi untuk menentukan siapa pemenangnya. Dari kesepuluh startup juri memilih 3 juara dan 1 juara favorit, startup tersebut ialah

Menariknya Juara 1 mendapat hadiah langsung dari Yohan Totting untuk datang ke Bandung ke inkubator Kolaborasi.co untuk mengembangkan startupnya. Sedangkan untuk ketiga juara lainnya di undang oleh Seto Lareno ke kantor Go-Jek Jogja untuk melakukan brainstorming dengan para developer Go-Jek disana.
Pada penutupan Yohan Totting selaku Couch menjelaskan agar startup tidak berhenti sampai disini saja. Secara tidak langsung kesepuluh startup hari itu merupakan alumni dari Startup Weekend global. Yohan mengatakan dari semua yang mengikuti Startup Weekend hanya 12 persen saja yang masih lanjut untuk meneruskan startupnya. Tidak jarang dari salah satu startup langsung mendapatkan invest. Yohan juga menjelaskan keberlangsungan startup tergantung pada tim-nya. Kegagalan sebuah startup 60 persen berasal dari tim yang tidak solid.
Sebelum acara usai peserta dimintai pendapat mengenai acara Startup Weekend tersebut. Salah satu perserta mengatakan mereka seperti dipaksa untuk mengeluarkan ide dalam waktu singkat, dipacu untuk tetap kreatif. Peserta lain juga mengatakan diacara ini mereka bisa belajar berkomunikasi dan kerjasama tim.
[envira-gallery id=”4581″]
Kalimat yang bener-bener jlep dan fakta:
“Salah satu perserta mengatakan mereka seperti dipaksa untuk mengeluarkan ide dalam waktu singkat, dipacu untuk tetap kreatif.”. Min, kayaknya perlu diperbaiki kata perserta menjadi peserta di akhir kalimat tadi. Oh iya, mau tanya mas Adrian Nafiz ini siapa ya? Saya googling tidak ada pasti wajahnya. Hi hi hi. Saya penasaran. Semoga fasilitator di Indonesia bertambah setiap tahun.
😀 kata Mas Yohan, Adrian Nafiz temen dekatnya Mas Yohan
Sepertinya buat jadi Fasilitator ada proses yang mesti diikutin Mas