Live Streaming Youtube Lebih Keren daripada Twitch

url

Kejuaraan Internasional Dota 2 berlangsung pekan lalu, untuk penentuan pemenang tropi “Aegis of the Immortal” dan hadiah uang sebesar $ 18.400.000 antara 16 tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini. Diluar pertempuran yang berlangsung di game, turnamen ini juga merupakan peristiwa penting dalam kontes yang sedang berlangsung antara YouTube dan Twitch. The International 5 (TI5) disiarkan secara langsung di kedua layanan ini dan juga bisa disaksikan dari client Dota 2 itu sendiri – meskipun tahun ini, tidak seperti sebelumnya, saya menyaksikan hampir semua itu di YouTube. Apa yang berubah dari tahun sebelumnya?

Setelah kalah bersaing dengan Amazon untuk memperoleh Twitch tahun lalu, Google tetap bertekad memiliki platform live-Streaming dan melipatgandakan upayanya membuat YouTube bisa mewujudkan tujuan tersebut. YouTube telah menyajikan sejumlah siaran langsung seperti konser dan debat politik, tetapi persaingan antara Twitch adalah perihal lain untuk bisa memancing perhatian para gamers: baik itu fans Dota 2 maupun pemain yang menyaksikan pertandingan mereka secara online. Ini adalah bisnis yang besar dan berkembang, juga perluasan dari posisi dominan YouTube sebagai repositori utama video yang dihasilkan oleh user. Tapi langkah pertama yang diikuti YouTube pada event International Cherry Blossom bukanlah hasil yg diharapkan: pada tahun 2014, mereka berbagi spotlight dengan Twitch di halaman Dota 2 milik Valve, namun demikian siaran streamingnya kurang bisa diandalkan, terkendala jeda buffer, kurang dipoles dan kualitasnya masih belum bisa dibandingkan dengan Twitch.

DOTA-2-The-international-2015-Takes-on-3-8-August-in-Seattle-469276-3

Pada tahun 2015, Siaran langsung yang disiarkan oleh YouTube sudah lebih bagus. Resolusi 1080p, 60fps, hadir ketika kamu membutuhkannya. Kesenjangan dalam hal kualitas yang sudah ada, sekarang hal itu bisa dibendung, dan akhirnya YouTube bisa berdiri sejajar dengan Twitch dalam hal teknis. Tapi YouTube tidak bisa menyaingi Twitch dengan bermodalkan kata “Bagus” belaka, dan hal yang membawa saya ke YouTube tahun ini adalah fungsi ekstra yang ditawarkan dari layanan video dari Google ini.

Di YouTube, saya bisa memutar balik siaran langsung untuk menonton apapun yang saya lewatkan selama lebih dari 2 jam. Hal ini memungkinkan saya untuk menonton pertandingan yang sudah berlangsung selama 90 menit yang lalu dan masih bisa menyaksikan pertandingan secara keseluruhan. Bahkan, saya akan sering menonton di akhir supaya saya bisa memilki waktu buffer yang kemudian akan saya gunakan untuk melewatkan jeda istirahat antara satu pertandingan dengan pertandingan lainnya. YouTube tidaklah satu-satunya layanan streaming untuk fitur semacam built-in DVR, tapi inilah satu-satunya yang menawarkan ini untuk TI5.

Apa yang saya dapatkan dari YouTube adalah semacam gabungan antara kekuatannya sendiri dalam hal video on-demand dan siaran langsung Twitch. Jika Twitch itu adalah TV biasa, Youtube adalah TV dengan kotak TiVo yang melekat padanya. Ini membantu saya menghabiskan sebagian besar waktu dengan membiarkan saya memanipulasi waktu dengan hal yang saya tonton. Terutama pada pertandingan pertama dari The International, dimana beberapa pertandingan akan terjadi pada saat yang sama, YouTube adalah solusi cemerlang yang membuat saya bisa melompat dari satu kontes ke kontes lainnya tanpa melewatkan apapun: dan ketakutan akan ketertinggalan adalah masalah cukup besar di web yang telah menjadi akronim yang dikenal: FOMO (Fear Of Missing Out).

Seperti yang sudah saya katakan diatas, bahwa YouTube dan Twitch sekarang secara teknis setara, tetapi dua layanan ini masih jauh berbeda dari kemiripannya. Twitch memilki pengguna aktif dan terlihat bahwa YouTube belum bisa menyainginya. Kedengarannya aneh mengingat skala YouTube, tetapi kebanyakan orang masih belum menyadari ambisi live streaming milik Google dan tidak kepikiran tentang YouTube ketika mereka mempertimbangkan dimana untuk menonton turnamen esport terbaru. Di satu titik selama Grand Finals TI5, saya meilihat pengunjung tahun ini lebih banyak. Jika dibandingkan dengan tahun kemaren lebih dari dua juta penonton TI4, dan kamu bisa bayangkan sejauh mana YouTube bisa berkembang.

Google menghadapi perjuangan berat dalam misi meyakinkan gamer bahwa YouTube adalah tempat untuk memenuhi semua kebutuhan mereka akan kebutuhan streaming. Banyak dari para penonton game streaming yang paling menonjol mungkin merasa enggan untuk meninggalkan Twitch, dan ada ketidakpuasan tentang model komersialisasi YouTube, yang memaksa pengembang untuk menyalurkan iklan mereka melalui YouTube. Tapi kemudian Google juga menikmati keuntungan, bahwa ketika live action berakhir di Twitch, tujuan paling mungkin adalah YouTube. Sebagai penggemar, saya lebih memilih untuk memiliki satu tempat dimana saya bisa menonton siaran TI5 secara langsung, memutar ulang kembali jika saya butuh, dan kemudian kembali lagi dengan tayangan ulang video yang tersedia. Ini lebih tertata rapi.

Twitch tidak akan memberikan mahkotanya sebagai platform unggul dalam hal live streaming game dalam waktu dekat. Meskipun demikian, persaingan YouTube sekarang terlihat nyata dan substantif. Semakin banyak acara besar, seperti The International yang bisa dihandle YouTube, maka semakin naik pamor yang bisa didapatkan dari layanan streaming. Dan itu tidak akan lama sampai kenyamanan itu bersinar – oleh karena itu Twitch juga harus berevolusi untuk bisa seimbang dari segi utilitas atau lebih baik lagi agar kami penikmat live streaming beralih ke alternatif yang ditawarkan Google. Disamping itu, hal ini merupakan suatu hal yang baik karena game streaming akan terus berkembang ke arah yang lebih baik sebagai hasil dari persaingan yang kompetitif ini. Dulu saya pikir jika Google membeli Twitch adalah langkah yang bagus, tapi membuat mereka terpisah ternyata bukanlah ide yang buruk juga. kira-kira para pembaca punya opini yang sama dengan ulasan di atas?


Sumber : TheVerge

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *