Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124


Profil Sosok Bapak Mikroelektronika Indonesia pada Google Doodle Hari Ini – Pagi ini kamu pasti melihat Doodle pada halaman Google. Gambar seseorang dengan gambar backgroud seperti alat ukur dengan kabel yang membentuk kata Google.
Kali ini Google Doodle memberi penghargaan dengan menampilkan sosok seorang insinyur dan ilmuwan asal Indonesia dalam memperingati hari kelahirannya. Sosok orang tersebut bernama Prof. Dr. Samaun Samadikun. Sebenarnya siapa Prof. Dr. Samaun Samadikun? Dilansir dari Wikipedia berikut profil Prof. Samaun Samadikun.
Prof. Dr. Samaun Samadikun lahir di Magetan, Jawa Timur pada tanggal 15 April 1931. Beliau adalah seorang figur Dosen di Institute Teknologi Bandung, selain sebagai pendidik beliau juga seorang ilmuwan yang membuatnya dikenal sebagai Bapak Mikroelektronika Indonesia.
Pendidikan beliau dimulai menjadi mahasiswa Jurusan Teknik Elektro di ITB pada awal tahun 1950-an dan lulus sebagai insinyur. Ia kemudian memperoleh gelar M.Sc. (1957) dan Ph.D. (1971) di bidang teknik elektro dari Universitas Stanford di Amerika Serikat. Ia juga memperoleh Postgraduate Diploma bidang Nuclear Engineering dari Queen Mary, Universitas London (1960). Di Universitas Stanford pada tahun 1975, bersama K.D Wise, Prof. Samaun menciptakan paten, US Patent No 3,888,708 yang bertajuk, “Method for forming regions of predetermined thickness in silicon”.
Selain itu beliau juga seorang penulis dan turut menulis banyak publikasi ilmiah nasional maupun internasional dalam bidang tunnel diodes, instrumentasi nuklir, fabrikasi IC, energi, industri elektronika, dan pendidikan serta editor buku “mikroelektronika”.
Beberapa penghargaan yang beliau terima diantaranya
Jasa-jasanya di bidang elektronika diakui dunia ilmu pengetahuan, termasuk cita-citanya menjadikan kota Bandung sebagai “Kota Chip” di Indonesia. Memprakarsai program Bandung High Technology Valley (BHTV). Beliau selalu mendorong adanya investasi global untuk industri elektronika agar terbuka lapangan kerja di bidang ini.
Beliau menginginkan industri elektronika Indonesia untuk lebih berorientasi ekspor, agar industri ini dapat menghasilkan devisa. Bagi beliau, kemajuan industri elektronika Indonesia harus diukur dari jumlah nilai ekspor dan jumlah lapangan kerja.
Beliau tutup usia pada usia 75 tahun tepatnya tanggal 15 November 2006 yang lalu dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Sebelum artikel ini ditutup, mungkin kamu ingin membaca puisi yang dibuat oleh Prof. Dr. Samaun Samadikun. Berikut puisinya
Petani Silikon
Kami adalah petani silikon. Lahan kami adalah silikon. Garapan kami adalah silikon. Hasil kami adalah silikon.
Kami pupuk silikon dengan boron. Kami pupuk silikon dengan fosfor. Kami cangkul silikon dengan plasma. Kami siram silikon dengan metal.
Berjuta transistor tumbuh dengan subur. Beribu gerbang terkait dan terukur. Sinyal diubah menjadi informasi. Informasi dituai untuk sarapan rohani.
Dan semua usaha untuk kemakmuran bangsa. Dan semua kelelahan untuk keagungan manusia. Dan semua hasil adalah hasil karunia-Nya. Dan petani silikon terus berusaha