Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Review Phoenix OS Android untuk Desktop PC Alternatif Remix OS – Beberapa waktu yang lalu Remix OS merilis Remix OS 2.0 for PC versi Alpha untuk Developer. Remix OS membutuhkan USB Flash minimal 8GB dengan USB versi 3. Setelah diuji coba dengan USB Flash dengan USB versi 2, Remix OS tidak mau booting karena kemampuan write USB tersebut kurang dari 10 MB/detik. Terpaksa kamu harus membeli USB Flash dengan USB versi 3 dan jangan lupa Laptop atau PC kamu tersedia port USB 3.0.
Nah ternyata ada Android untuk PC lain alternatif dari Remix OS yang berasal dari negeri Tirai Bambu yaitu Phoenix OS. Phoenix OS untuk PC ternyata sudah mencapai versi beta dengan versi 1.0. Remix OS dan Phoenix OS sama-sama menggunakan core dari projek open source yaitu Android X86. Phoenix OS 1.0 beta menggunakan Android Lollipop versi 5.1.0, kernel Linux versi 4.0.9 64 Bit, Mesa 11.0.7 3D Grafis dengan dukungan OpenGL ES 3.0. Kamu bisa mengunjungi halaman resminya di phoenixos.com.
Disini kami memcoba me-review Phoenix OS yang berhasil kami boot dan melakukan beberapa uji coba di Laptop berprosesor AMD APU E2 E450 dengan RAM 4GB dan Grafis AMD Radeon 6320. USB Flash yang kami gunakan berukuran 16 GB dengan USB 2.0.
Berbeda dengan Remix OS yang dapat menggunakan software Unetbootin untuk menginstal pada USB Flash. Phoenix OS telah menyediakan software tersendiri untuk menginstalnya pada USB Flash. Software tersebut bisa kamu download disini, hanya tersedia untuk sistem operasi Microsoft Windows. Sayangnya software tersebut berbahasa Mandarin 😀 . Tapi software tersebut sudah kami coba tanpa masalah.

Berikut langkahnya
Awal booting kamu harus memilih bahasa yang akan kamu gunakan. Bahasa yang tersedia hanya 2 yaitu Mandarin dan Bahasa Inggris (AS). Jika kamu paham Mandarin silakan pilih Mandarin jika tidak pilih Bahasa Inggris saja. Phoenix menyarankan untuk connect ke internet, jika tidak silakan skip saja.
Desktop Phoenix OS mirip dengan Chrome OS atau Remix OS dengan desain material. Tersedia start menu untuk kamu memilih aplikasi yang ingin dijalankan, taskbar dan mendukung multi-window. Pada sudut kanan bawah kamu bisa menemukan icon tray untuk melihat status baterai, internet, sound juga notifikasi.

Secara default aplikasi yang terpasang yaitu Stardust (browser), File Manager, CZTextEditor, Security (pengaturan location, aplikasi, baterai), Settings, Camera, Calculator, Gallery (foto), Calculator, Clock, Calendar, Email, Music, WPS Office, 360 (App Store), Voice Recorder dan Notes.

Browser Stardust menggunakan kode sumber dari Chromium, tampilannya persis dengan Chrome yang dioptimalkan untuk perangkat sentuh. Scroll menggunakan mouse terasa terbalik karena browser tersebut menggunakan reverse scrolling yang dioptimalkan untuk layar sentuh. Seharusnya jika menggunakan mouse reverse scrolling tidak aktif, diaktifkan jika menggunakan touchpad atau layar sentuh. Entah kenapa ketika memutar video di Youtube tidak bisa dijalankan yang seharusnya sudah mendukung HTML5. Secara default browser Startdust telah terpasang Ad block.

Toko aplikasinya menggunakan 360 buatan China, sulit untuk membacanya tanpa kemampuan bahasa Mandarin. Sayangnya tidak ada satupun aplikasi Google seperti Google Play Store, Gmail, Chrome dan sebagainya. Jika kamu ingin menginstal aplikasi kamu bisa men-downloadnya sendiri misalnya di APK Mirror. Kamu tidak bisa menjalankan aplikasi yang membutuhkan Google Play Service karena secara default tidak tersedia.

Aplikasi default yang tersedia tanpa masalah jika di resize dan fullscreen namun beberapa aplikasi yang diinstall sendiri terkadang tidak mendukung resize jadi teks dan tampilannya tidak beraturan. Caranya restart kembali aplikasi tersebut agar tampilannya normal kembali.
Kami tidak menemukan banyak informasi dari Phoenix OS ini, karena beberapa dokumentasi berbahasa Mandarin.
Berbeda dengan Remix OS yang membutuhkan USB Flash sebesar 8GB dengan USB 3.0. Phoenix OS bisa kamu coba dan dijalankan menggunakan USB Flash biasa dengan port USB 2 minimal 4GB saja. Kami telah mencobanya tanpa kendala yang berarti.
Ketika booting pada Remix OS kamu bisa memilih Guest mode atau Resident mode. Guest mode artinya segala perubahan yang kamu lakukan di komputer tidak akan disimpan. Resident mode secara otomatis setiap perubahan akan tersimpan, artinya akun login kamu atau aplikasi yang kamu simpan akan tetap ada ketika kamu restart atau booting kembali. Secara default pada Phoenix OS akan menjalankan resident mode.
Karena ini buatan China tentu pembuatnya harus tunduk kepada kebijakan dan hukum di negara disana. Pemerintah China terkenal dengan kebijakannya mendukung untuk menggunakan produk lokal. Secara resmi Google belum masuk kembali ke China sejak Google meninggalkan China. Sebenarnya Google tidak benar-benar meninggalkan China, dikabarkan bahwa Google akan kembali ke China tahun ini dengan membawa layanan Google Play Store.
Pengembang Remix OS telah merilis hardware mereka sendiri seperti tablet dan laptop mereka sendiri. Pendirinya sendiri didirikan oleh 3 mantan karyawan Google. Remix OS telihat lebih menjanjikan, mereka akan memastikan semua aplikasi Google berjalan sempurna di Remix OS.
Menurut pendapat kamu bagaimana? Berikut ada video yang dibuat oleh Liliputing
Lama tidak update, ternyata PhoenixOS sudah mendapat memiliki versi Android paling baru yaitu Android 7.1. Cara instalasi ke USB Flash Disk nya pun lebih mudah dan telah menggunakan Bahasa Inggris. Kamu bisa memilih berkas EXE atai berkas ISO, disarankan kamu memilih berkas EXE. Berikut langkahnya


Ini Bisa di laptop 64 bit kakak.. ?
Bisa Kak, 32 bit bisa jalan di Laptop 64 Bit. coba aja
Terima kasih infonya semoga bermanfaat
nanya dong, ini dibanding remix os bagusan mana ya?? secara kayaknya remix os yang buat dekstop udah ga dikembangin lagi, makanya pengen pake ini.
Om buat lenovo amd a8 bisa gak ya
Coba aja dulu Mas Live USB
Apakah disediakan tombol klik melalui keyboard agar bisa bermain game moba ?
phonix os bagus tapi agak susah buat rootnya masih agak bingung saya
jadi kembali ke windows lagi gimna gan ?
kok saya install di amd a9 . nah pas booting kan milih os gan. saya pilih phoenix os nya malah balik lagi ke piihan dual os nya ., saya pilih phonix lagi dan kek gtu lagi, berulang terus mental ke windows gan. #help